Total Tayangan Laman

Sabtu, 02 April 2011

PERDAMAIAN

PERANG REALITAS (GERBANG 1 )
SALAM DAMAI DIPIKIRAN .
Dalam bahasan kali ini,akan diungkap 7 jalan masuk diakal menuju GERBANG zaman cakrawala baru.
Apa GERBANG zaman cakrawala baru itu ?
GERBANG ZAMAN CAKRAWALA BARU ADALAH( sebagaimana telah diungkap diatas tulisan ini ) :
“DAMAI DALAM POLA PIKIR KITA MASING MASING !”.
Sangat simple dan praktis !
Namun kenyataannya benarkah seperti itu ??
Sebagai gerbang pertama dilalui, saya beri judul PERANG REALITAS.
Sebagaimana sudah bukan rahasia umum lagi.
Keselamatan dunia termasuk realitas dunia dan umat manusia paling mutahir.Karena nyaris tiada hari dimuka bumi ini tanpa ada hari yang tidak menyorot tentang ini!.
Memang sangat banyak aspek terangkum didalam hiruk pikuk suara dunia ini.Mulai dari aspek persenjataan atau Perdamaian sampai ideologi.Mulai dari aspek sosial budaya dan moralitas sampai ekologi dan ekonomi.Mulai dari penemuan penemuan iptek tak terkendali dengan segala konsekuensinya yang tak terkira dan terusnya.
Tapi dalam bahasan ini ,Kita hanya menyambil satu aspek saja. Yaitu masalah keamanan atau perdamaian semesta !.
Kenapa ?
Karena masalah perdamaian adalah induk dari segala masalah kita semua.
Tapi bukan dalam bingkai atau wilayah teknis.Tapi berdasar tinjauan yang amat personal. Yaitu didalam pikiran kita sendiri !. Inilah sesungguhnya inti konsep keselamatan dunia yang paling elementer,real dan urgen.
KARENA sesungguhnya makin hari kita dihadapkan pada pilihan tunggal, selamat dan lestari atou lambat laun punah.Atau bila ini terasa agak ekstrim; lambat laun bencana bencana global menghadang. entah eko sistim, entah sosial politik. entah finansial besar ,entak penemuan iktek tak terkendali dan entah apalagi…..
Pilihan tunggal ?
Sengaja kata itu disebut, karena untuk selamat tak ada pilihan .
Meski dalam zaman multi realitas , pilihan kita pada pilihan tunggal ini sebetulnya perkara yang simple.Tapi keadaan menjadikannya rumit dan bias.Karena tidak semua unsur didunia ini setuju pada realitas itu, demikian juga skeptis pada jalan solusinya.
Sepanjang sejarah peradaban manusia belum pernah , peradaban manusia sampai pada tingkatan tahapan seperti ini.
Tapi sebagian besar umat manusia, termasuk kalangan paling kompeten, yaitu para politisi dan negarawan.
Sering lupa atau tak menyadari atau mengabaikan (dalam pikirannya )perubahan sangat fundamental ini. Di anggapnya budaya sistim politik dan segala turunannya masih seperti zaman zaman dulu. Dimana apa saja legal diperbuat seperti hukum rimba.Yang kuat menguasai, yang lemah dikuasai!.
Karena memang waktu itu alam semesta ini secara de fakto ,tak berbatas,tak terukur , tak bertuan,tak berakibat dan tak berstruktur !!.
Dianggapnya semua konsep keselamatan itu sesuatu yang terlalu idealis. Tak bisa diterapkan dalam realitas praktis !
Sungguh sebuah dogma yang fatal dan menyesatkan !.
Jadi jelaslah sudah kenapa saya menyebut gerbang pertama ini Perang Realitas.Karena untuk berhasil memilih realitas keselamatan itu, umat manusia harus berperang dulu dengan realitas realitas lain. Memang bukan perang dalam arti phisik, apalagi perang bersenjata. Tapi perang dalam pikiran kita sendiri. Mau dibawa kemana , atau mau menempatkan diri di pilihan realitas mana diri kita ini.
Pilihan kita sesungguhnya adalah cermin keluhuran moralitas kita, kemanusiaan kita, wawasan alam pikiran kita, kemajuan pikiran kita dan martabat atau nilai diri kita !.Untuk hal hal seperti ini, sesungguhnya bagi pribadi pribadi yang sudah mengenal ajaran agama tak terlalu sulit menjatuhkan pilihannya. Namun bukan berarti otomatis keberpihakan mereka seperti kita harapkan. Sebab pikiran manusia yang praktis dan real, sering tak sinkron dengan nuraninya.Banyak penyebabnya;keangkuhan intelektual,terlalu prakmatis atau yang sangat fatal ada kepentingan kepentingan lain nya!.
Pikiran realitas adalah sesuatu yang tak bisa dipaksakan dari luar. Ia adalah kesadaran dirinya sendiri mau ber pikir realitas seperti apa !.Maka , tak ada kalimat paling tepat untuk menghimbau seluruh umat manusia di planet ini. Agar mau menempatkan dirinya di realitas bahwa solusi akan keselamatan dunia selalu ada. Karena kita punya tahapan zaman baru !.
KUNCI ZAMAN BARU (GERBANG 2)
Gerbang ke 2 .Saya beri judul KUNCI ZAMAN BARU .
Kenapa kunci ?, karena untuk membuka sesuatu harus pakai kunci!
Saya punya cerita.
KISAH PERTAMA.
Tahun 1960 an, dunia diselimuti perang dingin dua blok .
Perang dingin ini memasuki hampir seluruh dimensi kehidupan dunia saat itu.
Tahun 1980 an, perang dingin mulai hilang , dengan puncak momennya diruntuhkannya tembok berlin.
Pada tahun 1960 an, siapa di planet Bumi ini yang akan berpikir zaman baru tanpa perang dingin akan muncul sedramatis ini ?
KISAH KEDUA.
Pada awal revolusi industri ,merupakan suatu heroisme bila ada penemuan penemuan baru, meski semua itu mengexploitir sumber sumber daya alam.
Semuanya berlomba lomba menjadi yang termaju, terdepan dan termodern.
Sama sekali tak dengar apa itu namanya ” GLOBAL WARMING “……” EFEK RUMAH KACA “….. ” KEHABISAN SUMBER SUMBER DAYA ALAM ” ……dan sebagainya. Karena memang secara logika dan rasional semua pengertian itu tak dikenal !!!!!.
Apa makna dari 2 kisah diatas itu ???
Zaman akan selalu berkembang , kemudian berubah….!
Itu terjadi, tanpa kita suka atou tidak !…
tanpa diharapkan atau tidak !….
DENGAN KATA LAIN,ZAMAN BARU AKAN MENGISI PERADABAN UMAT MANUSIA TANPA KITA MENGUNDANGNYA SEKALIPUN !!!!
ZAMAN SILIH BERGANTI SESUAI REALITAS YANG ADA !!!
DAN REALITAS SELALU MEWARNAI LOGIKA ,POLA PIKIR DAN RASIONAL KITA .
Era realitas perang dingin pada saatnya begitu monumental karena didukung logika ,pola pikir dan rasional kehidupan politik antar negara saat itu…..
KEMUDIAN realitas perang dingin pudar, itu juga didukung logika ,pola pikir dan rasionalitas yang berlaku zaman itu. Terutama yang dilontarkan sang pengagas perestorika Mr GORBACHEV ! …….
Era realitas zaman keterbatasan sumber sumber daya alam planet Bumi muncul karena didukung juga oleh logika,pola pikir dan rasionalitas seperti itu.
Jadi sesungguhnya KUNCI ZAMAN BARU ADALAH LOGIKA,POLA PIKIR DAN RASIONALITAS yang disesuaikan dengan realitas zaman yang ada, kemudian berlaku menjadi dalil.
Siapa yang dapat melawan arus logika ,pola pikir dan rasionalitas dalam sebuah realitas ???? Tak ada !!!! kecuali irasional dan absurdisme !!
Namun sayangnya. Realitas adalah hak dan kebebasan pikiran masing masing. Tak bisa diintervensi dari luar dirinya.
Maka sering terjadi, realitas real didunia belum tentu sama realitas pribadi pilihannya.
Karena itulah, saya menyebut topik ini KUNCI MENUJU ZAMAN BARU. Kebersamaan realitas yang terjadi didunia real dengan realitas pilihannya adalah; laksana sebuah kunci pembuka penting. Kunci untuk membuka pikiran zaman baru dalam pikiran kita masing masing.
Tapi saya pun ingin ingatkan. Terkadang kunci zaman baru tak kelihatan, maksudnya tak bisa diprediksi . Ia bisa datang seperti angin tiba tiba atau pencuri disiang hari.Ini karena dalam sejarah pernah tercatat, realitas yang sebenarnya kadang kadang kasat mata……Karena tersembunyi jauh didalam jiwa umat manusia !
PERSEPSI KELIRU! (GERBANG 3 )
Gerbang ke 3 adalah PERSEPSI KELIRU.
Keselamatan dunia macam apa ingin kita semua tuju ???
Sebuah masarakat dunia yang tiap personnya saling tolong, saling sayang dan sebagainya ?
Mirip nirwana dalam konsep konsep beberapa ajaran agama ?
Sering kita mendengar cemooh tentang konsep sangat ideal itu.
Katanya pendapat bahwa dunia yang damai seperti itu adalah utopia ! karena sifat jahat dalam diri manusia tak mungkin hilang.
BETUL, sifat sifat seperti itu sulit hilang dalam konstek hidup dan kehidupan individual seseorang.Ini sama saja pertanyaan , mungkinkan perampokan atou pemerkosaan hilang dari hidup dan kehidupan didunia ini ??
Bila kita membuka buku sejarah, bahkan pada zaman zaman keemasan kekuasaan agama atas negarapun , masarakat ideal semacam itu tak banyak tercatat.
Ini bila kita memakai referensi berdasar segala sesuatu yang pernah ada dan sedang ada. Bukan referensi yang akan ada.Atau akan terjadi berdasar segala sesuatu yang akan terjadi pula.
Maksud saya berkata itu. Mungkin saja (sekali lagi;MUNGKIN SAJA ) di masa depan , apabila pikiran kita semua telah mengalami proses strukturilasi baru. unsur unsur negatif dalam hati manusia mampu diredam oleh pikirannya yang terkendali.
Di tulisan lain, saya pernah mengurai faktor generasi blue print . Mungkin generasi blue print impian ini lah yang saya maksud itu.Ini sekedar menjawab bila ada pertanyaan ke topik itu.
Kembali ke pokok bahasan.
Kembali ke bumi masa kini. Saat sekarang kita bernafas.
Jelas dalam realitas konsep keselamatan dunia sedang kita bahas ini,tidak sampai menyentuh kewilayah tatanan kehidupan sosial sejauh itu.
Konsep keselamatan dunia cuma terbatas pada unsur unsur membebaskan kita semua dari ancaman ancaman negatip zaman .
Inipun skalanya dapat dipersempit lagi.Yang jadi bidikan bahasan kita kali ini adalah kehidupan secara global atau universal. Sama sekali bukan mengenai tatanan wilayah kehidupan sosial disebuah wilayah atau negri.Kehidupan globalpun hanya pada unsur politik antar bangsa dan lingkungan hidup sedunia.
Karena nya persepsi keliru, bila ada yang mencampur baurkan kedua bidang ini. Bahkan , pada zaman zaman sebelumnyapun . Ada garis memisahkan antara kehidupan alam politik antar bangsa dan alam kehidupan sosial dalam sebuah bangsa.
Contohnya; Nazi jerman atau negri matahari terbit saat perang dunia kedua. Keluar negri mereka membunuh, menghancurkan, memperbudak sesama manusia, tapi didalam negrinya sendiri mereka jelas memberlakukan hukum hukum moral yang berlaku, demi menjaga ketertiban rakyatnya.
Alam kehidupan politik global di muka bumi ini , sebetulnya secara sistemik cuma menyangkut para pemimpin bangsa,para politisi dan negarawan .Ditambah sekalangan kecil individu,antara lain para pemimpin partai, anggota DPR, pimpinan militer , para cendekia militan, para pinpinan agama ekstrim,pemilik industri persenjataan dll.
Bila dijumlah semua person person punya andil dalam menentukan warna planet bumi itu, paling 1 juta orang atau dibawah 1 persen penduduk bumi.
Sukurlah, sejak berahir perang dunia ke 2, diantara komunitas global yang tidak sampai 1 persen itu, muncul idea membentuk organisasi perserikatan bangsa bangsa ( PBB ). Ini adalah kemajuan formal luar biasa, belum pernah sepanjang sejarah peradaban kita, ada lembaga formal semacam itu. Meskipun tidak berjalan seperti diharapkan, tapi banyak juga prestasi dibuat PBB untuk meringankan konflik konflik dan meringankan penderitaan manusia di berbagai wilayah.
Apa makna semua ini ?
Pada diri kita masing masing seharusnya bertanya. Kenapa kita tidak memperdayakan potensi 4 milyard lebih manusia buat memperingatkan dan menyadarkan mahluk yang cuman satu juta itu , bahwa seharusnya dengan adanya PBB, keadaan peradaban dunia sekarang jauh lebih baik !.
Dan sebelum harapan itu terjadi. Pikiran kita masing masing harus terbuka dulu : DAMAI DIPIKIRAN !
EVOLUSI TAK SECEPAT REVOLUSI
(GERBANG 4 )
Setelah melalui Gerbang1,2,3 sekarang kita sampai di gerbang 4.
Judulnya; EVOLUSI TAK SECEPAT REVOLUSI .
Mendengar istilah “evolusi” . Tentu ingatan kita tertuju pada Charles Darwin, pencetus teori evolusi jutaan tahun , dari kera menjadi manusia.Tapi kita tak akan ikut membahas kera jadi manusia.
Melainkan hanya meminjam lamanya waktu dibutuhkan oleh evolusi, dari mahluk paling terkebelakang menjadi mahluk maju.
Sedangkan istilah “Revolusi” .Tentu ini sebuah rentetetan tindakan ingin serba cepat, instan dan dramatis!. Sebuah makna sering dipikirkan orang sebagai peristiwa berdarah darah, mengerihkan dan kejam !.
Namun kita meminjam istilah revolusi disini cuma sebagai lawan kata evolusi.Sama sekali tidak ada darah tumpah, kota terbakar atau teriakan teriakan histeria.
Menarik mengulas perilaku kemanusiaan ,realitas,logika ,pola pikir dan rasio manusia pilihan itu. Terutama para indivudu yang tercakup; apa itu namanya poros masarakat komunitas politik internasional(anggota Perserikatan Bangsa Bangsa )dengan semua atmosfirnya.
Bila ditinjau dari teori evolusi. Berapa ribu tahun diperlukan agar para negarawan,politisi dan para pimpinan militer dan lain lainnya tersebut berlaku seperti saat ini ??.
Seperti kita semua tahu bila membuka buka buku sejarah lama. Katakanlah seribu tahun silam .
PADA PERADABAN PERADABAN SEBELUMNYA itu.Perilaku kemanusiaan, logika,pola pikir dan rasio para pemimpin bangsa bangsa didunia ini ,sangat sangat nasionalitis sempit. Asal demi kemakmuran, kejayaan dan kebesaran bangsa dan kerajaannya, apapun dilakukan ( termasuk menumpas sebuah ras atau sebuah bangsa sekalipun !)…
Keadaan ini sah sah saja karena REALITAS hubungan antar bangsa atau kerajaan waktu itu berdasar hukum rimban :SIAPA KUAT DIA MENANG !.
BERBEDA ZAMAN ATAU PERADABAN MODERN sekarang ini,atau lebih fokus setelah berdirinya PBB ,yang menjadi dasar realitas formal hubungan antar bangsa dan negara adalah saling menghargai,saling menghormati dan saling bantu .Berdasar azas kebersamaan dan satu kepentingan !
BILA DI TANYA apa hubungan kedua perilaku dan kedua zaman berbeda itu ?.ditinjau dari realitas zaman masa kini. Dengan sangat menyesal, keduanya seperti masih terikat satu sama lain !. Dua duanya masih aktual.Lembaga PBB tinggal lembaga PBB, tapi budaya hukum rimba belum sepenuhnya bisa dilepaskan !.Ditulisan lain saya menyebut ini, zaman multi realitas dan paradox yang membuat kita seperti jalan ditempat dan sakit!
Padahal berapa puluh juta bahkan ratus juta jiwa manusia melayang diseruruh dunia untuk sampai dizaman sekarang ????
Jawabnya…. TAK TERHITUNG.!
Namun berapapun korban telah dimakan untuk evolusi ini, satu pelajaran bisa ditarik.
Sering para pengambil kebijakan sebelum sampai diparadigma zaman baru, harus melewati atou mengalami dulu kehancuran masal yang besar.
Perang Dunia I dan PERANG DUNIA II adalah contoh sejarah aktuil, bagaimana umat manusia harus alami bencana dulu baru sadar bahwa peperangan itu menyengsarakan segalanya.Baru kemudian muncul PBB !!
Ada lagi contoh aktuil dalam sejarah.
Yaitu perlombaan senjata nuklir yang pernah mewarnai pentas dunia di tahun 50 an sampai tahun 70 an !!! berapa milyard dolar telah dibelanjakan buat memdanai logika dan rasionalitas mereka waktu itu tersebut ??
TOH AHIRNYA MUNCUL KESADARAN bahwa perlucutan senjata adalah satu satunya solusi untuk perdamaian dunia !!( meski baru sebagian kecil )
DAN KEMUDIAN KITA LIHAT BAGAIMANA sebagian senjata senjata pemusnah masal itu dihancurkan oleh yang membuatnya sendiri .
Suatu perilaku yang sangat mubazir!!
Padahal, bila digunakan untuk kesejahteraan , dana sebanyak itu pasti akan sangat bermanfaat !
ADA SATU PERIBAHASA tepat sekali menterjemahkan ketololan itu.
MANUSIA TAK AKAN MENGHARGAI ARTI SEHAT YANG SEJATI BILA DIRINYA TAK ALAMI DULU SAKIT YANG HEBAT!!.
Demikian juga REALITAS dunia damai tak akan terbentuk kuat bila dunia tak alami dulu kehancuran masal yang hebat lagi !??
TAPI BELUM CUKUPKAH SEMUA INI ????
MEMANG BETUL ZAMAN SEKARANG SUDAH ADA PBB…
MEMANG BETUL ZAMAN SEKARANG TELAH ADA PERLUCUTAN SENJATA…………
MEMANG BETUL ZAMAN SEKARANG SUDAH BANYAK EKSIS LSM YANG MENGKAMPANYEKAN DUNIA YANG LEBIH BAIK, bukan saja dalam isiu perdamaian dunia, tapi juga isiu lingkungan hidup, keterbatasan sumber daya alam, tata tertib ekonomi global dan lain sebagainya !!!!
TAPI semua itu, ternyata berlangsung amat lambat.Atau gaungnya tak menyengat !
BUKTINYA RASIONALITAS,POLA PIKIR DAN LOGIKA PERDAMAIAN DUNIA cuma sekedar pengisi ruang ruang konsprensi internasional, setelah itu hilang !!
PADAHAL SEPERTI TELAH DIUNGKAP DIATAS. REALITAS SUDAH SANGAT MENDUKUNG SEMUA ITU.
TAPI SENJATA SENJATA MODEL BARU TIAP TAHUN TETAP MUNCUL.
ANGGARAN MILITER DUNIA TETAP BESAR….!!!.
BILA KITA AMATI, ternyata semua itu berlangsung tampa ada tanda tanda akan ada satu perbaikan drastis !!!!
Berarti semua pemborosan itu akan terus membesar!!!…………….
Kenapa semua hiruk pikuk multi realitas dan paradok ini sulit dihentikan ?? jawabnya simple. Karena masih ada tangan tangan negatip bermain didalamnya. Kepentingan kepentingan ekonomis ,dogma dogma sempit warisan zaman purba, dan sentimen sentimen agama.Dan kedua, tapi yang terahir ini yang penting. Tak faktor penekan yang berkelanjutan dan masal.
Pernah dengar istilah suara rakyat adalah suara Tuhan ??
Kalimat ini dengan tepat mempresentasikan ; betapa kekuatan suara umat manusia secara masal amat potensial menguasai kesulitan apapun.
Sekarang masalahnya . Siapa dan dengan apa suara umat manusia itu bisa dipersatukan ?.Suara dari latar belakang ras, kebangsaan, agama, kedudukan dan perbedaan lainnya.
Melihat semua rintangan ini,agaknya perlu ada sebuah REVOLUSI dalam perilaku kemanusiaan,pola pikir ,logika dan rasionalitas dunia ….Karena tanpa perubahan dimulai dari diri masing masing mustahil ada persatuan dunia buat merubah semua ini.
Mampukah kita ???
Hanya waktu yang akan menjawab !.Namun yang jelas, sebelum semua itu bisa terjadi, damai dipikiran kita masing masing harus dinyalakan terlebih dahulu !
LOGIKA ,POLA PIKIR DAN RASIONALITAS
(GERBANG 5 )
Kini kita sampai di Gerbang 5, berjudul Logika, pola pikir dan rasionalitas.
Ini tentang pikiran. Pikiran kita semua !.
Mampukah kita berubah ??
Mampukah damai dipikiran menyala, bukan saja dalam pikiran kitamasing masing. Tapi menyala dalam pikiran dunia ?
Ada sebuah perumpamaan.
1+1= 2
INI Adalah logika !!!
Kenapa harus berdalil begitu ?.Karena memang rumusan begitu !
Ini adalah pola pikir
KENAPA KITA HARUS membuang sampah keluar rumah ???
KARNA BILA DIBIARKAN DALAM RUMAH MENJADI SARANG PENYAKIT !
ini adalah rasionaslitas
JANGAN DITANYA ,dari umur berapa seorang individu mampu memiliki logika dan rasionalitas seperti itu.
Yang jelas pada tahap tahap awal perkembanganpun, seorang anak dengan mudah akan mampu menyerap dan menerapkan itu.
Karena kenyataan hidup dan kehidupan di dunia ini,perhitungan logika ,pola pikir dan rasionalitas dicontohkan diatas sudah diterima sebagai sebuah kebenaran hakiki atau dalil !
Namun bukan berarti sejak awal kehidupan kita ini diciptakan, dalil dan kebenaran mutlak tersebut serta merta sudah tersedia.
Mungkin perlu ribuan tahun, bahkan jutaan tahun logika,pola pikir dan rasionalitas sedehana itu diterima kita.Melalui tahapan tahapan yang kadang sulit dan menyakitkan .
Tahapan tahapan yang sering diabaikan dan dilupakan orang. Padahal dari kesadaran itulah kita baru akan mampu menghargai hidup dan kehidupan masa kini.
Masih ingat contoh pendapat bahwa PLANET INI BUNDAR ???? .
Kita semua tahu , realitas planet ini bundar baru diterima mutlak tak lebih 5 abad yang lalu !
Dengan kata lain, setelah mengalami chaos dan proses pendewasaan dan penyempurnaan teori baru itu diakui !.
PADAHAL ITU SEMUA ,dibanding pencapaian logika,pola pikir dan rasionalitas telah dicapai umat manusia hingga detik ini sudah milyardan kali lebih maju.
Bukan lagi 1+1=2 !, tapi sudah hitungan tehnologi nano dan pemetaan komplit gen manusia !
Lantas apa hubungannya dengan bahasan kita kali ini ?
Seperti telah saya urai di gerbang sebelumnya.Semuanya tergantung kita semua. Kita yang berada di Eropa, Amerika, Asia Timur. Asia Selatan, Timur Tengah, benua afrika dan Australia.
Kita ingin dunia ini punya logika, pola pikir dan rasionalitas baru yang betul betul eksis.Kecerdasan yang sesuai dengan tahapan zaman modern kita. Sebagai jantung seluruh urat nadi kehidupan dunia ini.
KARENA KITA SEMUA SEKARANG SUDAH MEMILIKI REALITAS .Realitas yang sudah dinanti nanti sepanjang peradaban manusia !!!.
Realitas bahwa kita semua ingin selamat, kita semua ingin lestari, kita semua ingin hidup damai.
Bukan lagi realitas diatas dokumen dokumen. Bukan lagi realitas di podium podium. Bukan lagi realitas di Istana istana Presiden.
Biarlah segala sesuatu yang positip dan baru ini menjadi bagian dari kepentingan pikiran kita sehari hari.
Ya! Kepentingan pikiran setiap orang !.
Kita boleh kesulitan untuk hidup, kita boleh kekurangan dalam hidup, kita boleh punya masalah dalam hidup , kita boleh didera sakit penyakit .Tapi keyakinan bahwa kita adalah salah satu bagian kecil dari proses peradaban menuju zaman baru . Tak akan pernah hilang dari ingatan kita.
Bisakah kita semua seperti ini ???
DAMAI DI PIKIRAN………..
(GERBANG 6 )
Damai dipikiran .
Itulah moto perkumpulan ANAK ANAK CAKRAWALA DAMAI.
demikian juga judul gerbang ke 6.
Kenapa tidak damai dihati ?.
Karena kita semua tahu, hati seseorang sulit diukur, ditebak, diselami. Apalagi distrukturi !. Biarlah urusan hati menjadi rahasia yang bersangkutan dengan dirinya. Dan bila dia beragama menjadi rahasia pribadi dengan Tuhannya !.
Damai dipikiran .
Sebetulnya tak kalah indahnya dengan damai dihati. Apalagi bila kita punya keduanya, damai dihati dan pikiran !
Saya yakin, bila damai dipikiran ini ada disetiap insan diplanet ini. Tak perlu semuanya, cukup setengah nya saja. Maka budaya damai bakal menyelimuti seluruh muka bumi ini.Tak ada yang bakal bisa melawan bila budaya damai sudah melanda seluruh dunia.
Saya akan mengambil satu contoh aktual tentang belum adanya budaya damai didunia.
Sekarang dibanyak sekali politisi ,jendlar , para pemilik industri militer dan lingkarannya. Masih dipegang teguh filosofi agung zaman zaman dulu.Tapi filosofi itu jadi begitu populer setelah di tenarkan oleh seorang jendlar Prusia, lebih seabad silam. Namanya Jendlar Von Clawshevick.
Apa bunyi filosofi itu ??
JIKA INGIN DAMAI BERSIAPLAH PERANG !
Tak ada yang salah pada filosofi itu. Malah pada zamannya filosofi itu betul betul ampuh. Tentu sepanjang usia peradaban manusia , entah sudah berapa juta kali peperangan ,baik antar suku, ras, agama, kelompok dan kerajaan diseluruh dunia dapat dicegah , karena satu sama lain saling menyegani ! .Karena satu sama lain telah mempersiapkan perang dengan sebaik baiknya !
Tapi bagaimana zaman sekarang ?.
Amat jelas filosofi itu tak sejalan dengan konsep DAMAI DIPIKIRAN.
Selain telah menimbulkan pemborosan begitu banyak dana.Filosofi itu pada dasarnya membentuk atau melestarikan pikiran pikiran saling curiga, saling tidak percaya, saling menutup diri diantara masarakat bangsa bangsa. Yang pada ahirnya menutup semua peluang pembaharuan !
Kembali ke topik kita.
Siapkah kita melakukan pembaharuan ?
Seberapa besar pikiran kita mau menerima damai dipikiran ??
Bilapun menerima, apa artinya ?toh bagi dunia artinya kecil!
Jangan pernah bertanya itu.
karena sekecil dan sesimple apapun logika,pola pikir dan rasionalitas pikiran kita mau menerima Damai dipikiran itu adalah berguna.
Jangan pernah berpikir, apa artinya cuma sebatas pikiran, tanpa tindak lanjut tindakan.
Memang bila cuma sebutir pasir tak bakal jadi apapun !!! kecuali jadi debu !! NAMUN BILA BUTIRAN PASIR INI DIGABUNG DISELURUH PLANET INI BAKAL TERCIPTA SEBUAH BENUA, DARI SEBUAH BENUA AKAN LAHIR SEBUAH PLANET !!!DARI SEBUAH PLENET lahir segala sesuatunya !!!.(Ingat ungkapan SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN di bahasan sebelumnya ! )
Betapa potensialnya daya dari sebuah pasir tersebut !!.
DAMAI DIPIKIRAN dalam diri kita masing masing adalah laksana sebutir pasir itu !!
Jadi janganlah pernah berhenti buat meneruskan pikiran baru kita ini!
Dari pikiran kecil terpendam di kepala, lambat laun tapi pasti akan berkembang menjadi sebuah budaya global atau universal. Bila sudah menyelimuti dunia ini, tak ada apapun bisa menghalangi !!
Pada saatnya. Akan sama terpatri dibenak setiap insan manusia diplanet ini seperti hitungan 1+1=2.
Tanpa keselamatan lambat laun dunia jadi tragedi !!!.
EFEK SATU DUNIA
(GERBANG 7 )
Sampailah bahasan di Gerbang 7 atau terahir.
Kenapa berjudul” Efek Satu Dunia ? “
Karena kita sekarang mau tak mau berpola pikir seperti itu.
Bila di bidang ilmu pengetahuan ( lingkungan hidup ) kita kenal istilah efek rumah kaca .Bahkan saya pernah memberi judul sebuah tulisan ” efek pikiran rumah kaca “
Sebetulnya dibidang hubungan antar bangsa ( khususnya dibidang politik internasional dan keamanan dunia )sekarang ada istilah EFEK SATU DUNIA !!Cuma belum populer.
Bila efek rumah kaca merupakan sebab akibat perbuatan kita mengeploitir kekayaan alam ,kemudian alam secara keseluruhan terpengaruh oleh exploitir tanpa terkendali itu.
Maka EFEK SATU DUNIA menyangkut sebab akibat kegagalan sistim global mengikat semua unsur didunia, kemudian tatanan global secara keseluruhan jadi terpengaruh !.
Itu bila efek negatipnya.
Sedangkan bila kita bicara efek positipnya.Efek Satu Dunia adalah akibat kita semua berkepentingan atas keselamatan alam planet ini, maka kita semua mesti berpijak pada pola pikir yang sama . Di tulisan lain saya pernah membahas ini dengan judul BLUE PRINT PIKIRAN.
Untuk bahasan pertama kita ke topik pandangan negatip dulu.
Kenapa dunia gagal mengikat semua unsur ada didunia ?
Siapa dan apa yang jadi kambing hitamnya ?
Benarkah atmosfir politik internasional masih didominasi hawa permusuhan ?, sehingga unsur keamanan tiap negri perlu mendapat perhatian lebih ? seperti zaman perang dingin 2 blok super power masih merajai pentas dunia beberapa dekade lalu !( ingat filosofi; Jika ingin damai bersiaplah perang ;telah disinggung di gerbang sebelumnya ))
Memang disana sini, bila ditinjau dari kaca mata regional masih ada daerah panas, seperti timur tengah, asia selatan, timur jauh dan beberapa wilayah lain.Namun dengan alasan apapun , tak ada fakta real konflik konflik tersebut berpotensi jadi masalah global. Ada pengamat berkata. sebetulnya banyak tangan tangan tidak pro perdamaian dunia menginginkan status quo ala perang dingin terus menghias pentas dunia. Kepentingan pihak pihak mana saja yang dimaksud tentu kita semua tahu dan maklum.
Jadi betapa sakitnya dunia kita masa kini. Tak berlebih bila kita menganggap, realitas negatip dunia masa kini, kebanyakan adalah REALITAS SEMU. Realitas usang yang sengaja dipertahankan dan dibikin bikin . Sungguh zaman multi realitas yang konyol dan memalukan !.
Sama seperti EFEK RUMAH KACA , efek ini bila dibiarkan tanpa pembenahan bakal memutar mundur tahapan REALITAS kemajuan peradaban telah dicapai sekarang.
Dan pada ahirnya menghancurkan tatanan realitas formal bahwa perdamaian model baru sudah dicapai dunia sekarang.Menjadi cuma berkekuatan diatas kertas kertas !!
Bukan mustahil lambat laun.Dunia kembali kezaman keemasan imperialisme, kolonialisme dan perlombaan senjata membabi buta!!!!Padahal untuk mencapai tingkatan realitas perdamaian dunia seperti sekarang perlu pengorbanan yang mahal, waktu yang lama dan tahapan yang sulit !
Istilah untuk menyebut situasi serba rumit itu.Sistim dunia dibelenggu lingkaran setan .
Padahal bila ada niat kuat. Sebetulnya bukan sesuatu yang sulit merubah suatu paradigma, apapun angker dan sakralnya .Contohnya, kasus bersatunya Jerman Timur yang komunis ke Jerman lainnya yang demokratis. Atau berubahnya Uni Soviet yang ultra komunis menjadi Rusia yang yang lebih “demokratis “
Apa Jerman Timur dan Uni Soviet sebelum terkena imbas perubahan kurang angker dan kokoh secara politik dan keamanan ( militer ) ???
Lingkaran setan yang harusnya makin mengusik pikiran kita semua.
Makin menyadarkan kita bahwa harus ada terobosan terobosan besar.
Untuk penutup bahasan ini, saya kembali ke unsur positif efek satu dunia.
Kepola pikir kita yang mengerucut, yaitu pola pikir global !
Saya memiliki sebuah kalimat bagus ; BILA DUNIA INGIN TERTIB , SEHAT DAN PANJANG UMUR BERUBAHLAH !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar